Yogyakarta 26 Oktober 2026 — Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu (Guest Lecture) secara daring melalui Zoom pada Senin, 26 Oktober 2026. Acara ini menghadirkan narasumber utama Ci-Jian Yang, Ph.D., seorang Assistant Professor dari Department of Geography, National Taiwan University, yang membawakan materi bertajuk “Geomorphometry: A General Concept and Its Applications for Environmental Studies”.

Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa S2 Prodi Ilmu Tanah UGM, khususnya yang menempuh mata kuliah GIS Tanah dan Pertanian dan Pedogeomorfolometri. Dalam pemaparannya, Ci-Jian Yang menjelaskan pentingnya studi geomorfometri, yakni kuantifikasi kuantitatif bentuk permukaan bumi, dalam memahami proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi di permukaan daratan. Beliau menekankan bahwa pemahaman pada skala topografi (toposcale) dan meso (mesoscale) menjadi kunci penting untuk menjawab berbagai permasalahan lingkungan, seperti percepatan erosi tanah (accelerated soil erosion) hingga pencemaran sumber non-titik (non-point-source pollution). Selain itu, peserta juga dikenalkan pada agenda 2027 Regional Conference of International Association of Geomorphologists (IAG) di Taipei, Taiwan, serta program kursus intensif pemodelan geospasial bagi geomorfolog muda.
Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas sains dan analitis mahasiswa UGM di bidang pemetaan geospasial berstandar internasional. Fokus pembahasan pemateri mengenai analisis erosi tanah dan manajemen lanskap juga sangat relevan dengan SDG 15: Ekosistem Daratan, di mana geomorfometri menjadi instrumen vital dalam upaya pencegahan degradasi tanah, pemeliharaan kualitas lingkungan, serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dan National Taiwan University ini mencerminkan komitmen terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan kerja sama akademik lintas negara.
Penulis: Tim Media Departemen Tanah