Merauke, 1 Agustus 2026 – Dosen Departemen Tanah Fakultas Pertanian UGM, Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., memimpin langsung riset eksplorasi riset berbasis pengabdian dalam kegiatan Ekspedisi Patriot yang berlokasi di Kawasan Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ekspedisi strategis ini mengusung tema “Ekonomi Hijau Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Kawasan Transmigrasi Muting: Pemetaan Potensi Komoditas Unggulan, Hilirisasi, dan Penguatan Rantai Nilai Komoditas Endemik Papua Selatan”.
Dalam pelaksanaannya, tim ekspedisi melakukan serangkaian kegiatan pemetaan spasial terintegrasi serta pengambilan sampel tanah di berbagai titik kawasan transmigrasi Muting. Analisis kesuburan dan karakteristik fisik-kimia tanah dilakukan secara mendalam untuk menilai tingkat kesesuaian lahan (land suitability). Langkah ilmiah ini krusial guna menentukan jenis komoditas pertanian unggulan yang presisi, adaptif terhadap perubahan iklim lokal, serta memiliki nilai ekonomi tinggi tanpa merusak ekosistem setempat.
Riska Ayu Purnamasari menjelaskan bahwa identifikasi potensi lahan dan karakterisasi tanah menjadi pondasi utama dalam merancang strategi hilirisasi produk pertanian. Selain fokus pada komoditas pangan utama, ekspedisi ini juga mengkaji penguatan rantai nilai komoditas endemik Papua Selatan agar memiliki daya saing pasar yang berkelanjutan. Pendekatan berbasis sains tanah ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi berbasis data (data-driven) bagi pemerintah daerah dan masyarakat transmigran dalam mengelola lahan secara mandiri.
Kegiatan ini diadakan selama empat bulan, yakni tanggal 1 Agustus 2026 sampai 25 November 2026. Pelaksanaan Ekspedisi Patriot di Kawasan Muting ini menjadi wujud kontribusi akademis dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah pemetaan dan penetapan komoditas tahan iklim ini secara langsung menopang SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan produktivitas serta ekonomi warga transmigrasi. Pendekatan ekonomi hijau dan pemanfaatan komoditas lokal mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Selain itu, penguatan kapasitas adaptasi iklim berbasis analisis tanah berkontribusi pada SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim serta SDG 15: Ekosistem Darat melalui perlindungan kualitas lahan dari degradasi.
Penulis: Tim Media Departemen Tanah, Faperta UGM