Gunungkidul, 13 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat mutu akademis dan kesiapan tata kelola pembelajaran, Departemen Tanah menyelenggarakan agenda Konsinyering Akademik pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pertemuan intensif yang berlangsung di Hotel Santika Gunungkidul ini dihadiri oleh jajaran dosen Departemen Tanah guna menyelaraskan strategi penjaminan mutu dan kurikulum pembelajaran mendatang.
Kegiatan konsinyering dipimpin langsung oleh Ketua Departemen Tanah, Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., didampingi Sekretaris Departemen, Dr. Agr. Cahyo Wulandari, S.P., M.P. Ketua Program Studi S1, Nur ‘Ainun Harlin Jennie Pulungan, S.Si., M.Sc., Ph.D., serta Ketua Program Studi S2, Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.Sc. Pembahasan difokuskan pada tiga agenda krusial: pembaruan (update) kurikulum serta Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS), koordinasi pembagian pembimbingan dan pengajaran (team teaching), hingga persiapan teknis menghadapi visitasi Akreditasi Mutu Internal (AMI).
Dalam pengarahannya, Dr. Makruf Nurudin menekankan pentingnya sinergi antardosen dalam menyusun RPKPS yang adaptif terhadap perkembangan ilmu tanah terkini dan kebutuhan industri modern. Pembagian team teaching yang efektif juga diharapkan mampu menjaga kualifikasi dan standar pengajaran, baik pada tingkatan sarjana maupun pascasarjana. Sementara itu, persiapan visitasi AMI dijadikan momentum untuk memastikan seluruh dokumen akademik dan proses pembelajaran memenuhi kriteria penjaminan mutu tinggi.
Langkah strategis konsinyering ini sejalan dengan komitmen dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyempurnaan kurikulum dan standar pembelajaran yang inklusif serta relevan. Selain itu, penguatan kapasitas akademik di bidang ilmu tanah turut menopang pencapaian SDG 15: Ekosistem Darat dan SDG 2: Tanpa Kelaparan, di mana pemahaman serta pengelolaan sumber daya tanah yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan kelestarian lingkungan.
Penulis: Tim Media Departemen Tanah, Faperta UGM
Editor: Riska Ayu Purnamasari