Yogyakarta, 11 Agustus 2026 – Departemen Tanah Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmen dan peran strategisnya dalam mendukung pertanian regeneratif serta penanganan perubahan iklim. Pada sesi sosialisasi peran departemen dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Selasa, 11 Agustus 2026, Ketua Departemen Tanah, Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., memaparkan kontribusi terintegrasi dari lima bidang ilmu tanah (Kimia & Kesuburan, Fisika & Konservasi, Pengelolaan Tanah, Pedologi, serta Agroklimatologi).
Dalam kesempatan tersebut, Departemen Tanah menampilkan posisinya sebagai pionir riset biochar sebagai pembenah tanah serta pusat pembelajaran pertanian organik sejak 2009. Mendukung inovasi Smart Eco Bioproduction, jajaran peneliti memamerkan beragam inovasi perangkat tekno-ekologis, seperti Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Drum Biochar, Closed Chamber Modular pemantau Gas Rumah Kaca (GRK), Iron-Biochar Biocatalyst, Biochar-Biosponge, hingga teknologi tepat guna populer seperti Ember Tumpuk serta perangkat lunak ESR & EWS untuk restorasi lahan gambut.
Selain inovasi laboratorium dan alat uji, Departemen Tanah juga aktif mengawal mandat nasional melalui riset penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menekan emisi metana pada cultivation padi, serta kegiatan Survey, Investigation, and Design (SID) untuk pembukaan sawah baru di Kalimantan Tengah dan Halmahera Utara guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Rangkaian inovasi tekno-ekologis ini sejalan dengan komitmen Departemen Tanah UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah dekarbonisasi dan teknologi biochar mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Darat melalui pemulihan kesehatan tanah serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Pengolahan limbah organik dan sistem pertanian organik berkontribusi pada SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Selain itu, pengembangan alat uji dan teknologi pertanian presisi menopang SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur sekaligus menjaga produktivitas lahan demi pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan.
Penulis: Tim Media Departemen Tanah, Faperta UGM
Editor: Riska Ayu Purnamasari