• Tentang UGM
  • Akademik UGM
  • Fakultas
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Webmail
  • English Web Version
Universitas Gadjah Mada Departemen Tanah
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
    • VISI, MISI, DAN TUJUAN
    • Filosofi Pembelajaran
    • Struktur Organisasi
    • ANGGOTA PROGRAM STUDI
      • DOSEN
      • Tenaga Kependidikan
    • FASILITAS
      • LABORATORIUM
    • Silabus
    • Asesmen
    • Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester
  • AKADEMIK
    • SARJANA
    • PASCASARJANA
  • PUBLIKASI & PENELITIAN
    • PUBLIKASI
    • RISET
  • UNIT PELAYANAN MAHASISWA
  • Beranda
  • berita
  • Transformasi Hijau di Mandailing Natal: Pakar Tanah UGM Dorong Pertanian Regeneratif untuk Komoditas Perkebunan

Transformasi Hijau di Mandailing Natal: Pakar Tanah UGM Dorong Pertanian Regeneratif untuk Komoditas Perkebunan

  • berita
  • 15 Agustus 2026, 12.05
  • Oleh: sekdep-tanah.faperta
  • 0

Mandailing Natal, Sumatera Utara — Transisi menuju sistem pertanian yang berketahanan iklim kini semakin digencarkan di berbagai daerah. Pada tanggal 5 hingga 7 Agustus 2026, PT LPP Agro Nusantara menginisiasi pelatihan tatap muka (in-class training) melalui Program Food System, Land Use, and Restoration (FOLUR) Output 5.2 di Kabupaten Mandailing Natal. Program yang berada di bawah naungan Global Environment Facility (GEF), Kementerian Pertanian, FAO, dan UNDP ini mengumpulkan para ujung tombak pertanian desa, termasuk penyuluh, petugas POPT, petani teladan, dan pengurus gapoktan.

Turut mengambil peran strategis dalam agenda tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengutus Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D., akademisi dari Departemen Tanah, sebagai narasumber utama. Dalam sesi intensif yang digelar pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, beliau membawakan materi komprehensif bertajuk “Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture)” untuk menjawab tantangan budidaya komoditas andalan daerah, seperti kelapa sawit dan kakao.

Dalam pemaparannya, Andi Syahid Muttaqin menyoroti bahwa Climate Smart Agriculture (CSA) berdiri di atas tiga pilar utama yang tidak bisa dipisahkan: peningkatan produktivitas dan pendapatan yang berkelanjutan, penguatan daya adaptasi terhadap risiko iklim, serta mitigasi emisi gas rumah kaca.

Beliau menekankan bahwa fondasi utama dari ketiga pilar tersebut terletak pada ekologi tanah. Guna mengoptimalkan perkebunan sawit dan kakao, para petani didorong untuk beralih dari metode konvensional menuju Pertanian Regeneratif melalui beberapa langkah implementasi. Langkah pertama adalah pengolahan lahan konservatif, yakni dengan menerapkan sistem tanpa olah tanah (no-till) atau olah tanah minimum guna mencegah erosi dan pelepasan karbon ke udara. Langkah selanjutnya adalah melakukan diversifikasi floristik untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati, yang bisa dilakukan dengan rotasi serta menanam tanaman penutup tanah (cover crops) demi menjaga kelembapan dan memperkaya nutrisi lahan. Terakhir, sistem ini sangat mengedepankan minimalisasi input kimiawi untuk mengurangi bahan-bahan kimia yang dapat merusak keragaman biodiversitas serta memutus interaksi alami antara mikroorganisme dan perakaran tanaman. “Tanah yang sehat mampu meningkatkan proses sekuestrasi karbon dalam tanah sehingga dapat menurunkan potensi gas rumah kaca yang terlepas dari tanah,” papar beliau kepada para peserta.

Lebih jauh, peralihan menuju pertanian regeneratif tidak sekadar langkah penyelamatan lingkungan, melainkan sebuah strategi bisnis agrikultur yang cerdas. Data riset yang disajikan menunjukkan bahwa implementasi sistem regeneratif mampu memberikan efisiensi yang masif bagi petani. Sistem ini terbukti dapat memangkas ongkos produksi secara signifikan, yakni sangat efektif dalam menekan pengeluaran untuk biaya pupuk dan biaya pestisida. Sebagai hasil akhirnya, margin keuntungan menjadi jauh lebih tebal dengan proyeksi peningkatan pendapatan bersih (net income) yang substansial bila disandingkan dengan praktik pertanian konvensional.

Sebagai pamungkas yang aplikatif, Andi Syahid Muttaqin juga membekali para petani dan penyuluh di Mandailing Natal dengan literasi teknologi cuaca berbasis ruang angkasa. Para peserta diajak langsung mempraktikkan cara memantau pergerakan awan dan potensi hujan menggunakan Satellite Viewer yang menampilkan citra satelit Himawari. Pemanfaatan data satelit ini diharapkan mampu menjadi landasan yang akurat bagi para pekebun di Mandailing Natal dalam mengambil keputusan teknis di lapangan, sehingga hasil panen kelapa sawit maupun kakao dapat terus prima di tengah ketidakpastian iklim.

Keikutsertaan dan kolaborasi dalam program FOLUR ini sekaligus menjadi bukti nyata dukungan berbagai pihak terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif pelatihan ini berkontribusi langsung pada beberapa pilar utama, di antaranya adalah SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui perwujudan sistem pangan yang tangguh untuk komoditas andalan. Selain itu, langkah taktis dalam mengantisipasi cuaca ekstrem serta mitigasi gas rumah kaca sangat sejalan dengan SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim. Terakhir, edukasi terkait pemulihan kesehatan ekologi tanah secara regeneratif dan penjagaan biodiversitas lahan menjadi wujud aksi nyata dalam mendukung SDG 15 untuk memelihara keberlanjutan Ekosistem Daratan.

Penulis: Tim Media Departemen Tanah

Editor: Riska Ayu Purnamasari

Tags: FAKULTAS PERTANIAN UGM ILMU TANAH UGM SDG 13: PENANGANAN DAN PERUBAHAN IKLIM SDG 15: EKOSISTEM DARATAN SDG 2: TANPA KELAPARAN

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Departemen Tanah

Fakultas Pertanian

Jalan Flora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Phone/Fax +62-274-548814

Email: sekdep-tanah.faperta@ugm.ac.id

LINK PILIHAN

PENELITIAN UGM

PENGABDIAN UGM

DIKTI KEMDIKBUD

INFO JURNAL

AGRITECH ONLINE

SCIENCE DIRECT

SPRINGER LINK

PERPUSNAS

WILLEY ONLINE LIBRARY

SCOPUS

ELSEVIER

IKUTI KAMI

EMAIL

INSTAGRAM

PETA KAMPUS

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY