Yogyakarta, Mei-Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, melaksanakan Ekskursi Tanah 2026 sebagai bagian dari mata kuliah praktikum lapangan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung dari alam, di mana mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk mengkaji proses pembentukan tanah, geomorfologi, serta keterkaitannya dengan kondisi geologi dan lingkungan di berbagai lokasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ekskursi ini berlangsung dalam beberapa rangkaian kegiatan pada Mei hingga Juni 2026, dengan lokasi yang mencakup sejumlah kawasan yang kaya akan keragaman bentang alam dan proses geologi seperti berikut ini:
- 23 Mei 2026 — Bukit Klangon Merapi, Yogyakarta
- 29–31 Mei 2026 — Dieng, Wonosobo; Pancuran Pitu, Banyumas; dan Kawasan Geodiversitas Karangsambung, Kebumen
- 6 Juni 2026 — Bayat, Klaten dan Bukit Bedoyo, Gunungkidul
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan deskripsi profil dan singkapan tanah, mengamati karakteristik pada setiap horizon tanah, serta mengambil sampel tanah dari masing-masing lapisan. Sampel-sampel tersebut selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk mengetahui pH tanahnya.

Setiap singkapan batuan, profil tanah, dan bentang alam yang dijumpai menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman teori sekaligus menghubungkannya dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh data ilmiah, tetapi juga membangun kepekaan terhadap dinamika lingkungan dan sumber daya lahan di lapangan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), diantaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang ilmu tanah. SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pemahaman mendalam mengenai karakteristik dan kesuburan tanah sebagai dasar pengelolaan lahan pertanian yang produktif. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui kajian proses pembentukan tanah dan geomorfologi yang berkontribusi pada pemahaman siklus karbon dan dinamika lingkungan. SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui observasi dan analisis sumber daya lahan yang mendukung pengelolaan dan pelestarian ekosistem daratan secara berkelanjutan.
Penulis: Rina Damayanti
Editor: Riska Ayu Purnamasari