Yogyakarta, 30 Juli 2026 – Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengumumkan hasil Yudisium Program Sarjana (S1) Ilmu Tanah periode Juli II 2026 (Periode IV Tahun Akademik 2025/2026) berdasarkan hasil rapat keputusan Yudisium Departemen Tanah yang digelar pada 30 Juli 2026. Keputusan ini secara resmi disampaikan melalui Nota Dinas Nomor 430/TN/TU/26 tertanggal 3 Agustus 2026 yang ditandatangani oleh Ketua Departemen Tanah, Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., dan ditujukan kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM. Sebanyak 28 mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Pertanian, terdiri dari 10 wisudawan dan 18 wisudawati, untuk selanjutnya diproses menuju tahap wisuda di tingkat universitas.
Para lulusan pada periode ini berasal dari angkatan 2019 hingga 2022, dengan masa studi bervariasi mulai sekitar 3 tahun 11 bulan bagi mahasiswa angkatan 2022 hingga 6 tahun 11 bulan bagi mahasiswa angkatan 2019, serta beban studi berkisar antara 144 hingga 157 SKS. Mayoritas lulusan pada periode ini berhasil menuntaskan studinya dengan predikat kelulusan Cumlaude, sementara sebagian lainnya meraih predikat Sangat Memuaskan. Adapun daftar calon wisudawan dan wisudawati yang dinyatakan lulus meliputi Amelia Kezia Kurnianti, Hanifah Ramadhani, Medina Qatrunnada Zulfa, Puteri Syahdan Sanyono, Dendy Mufti Abrafi Haq, Zaky Ahmad Lazuardi, Hermalita Putri Khairan, Rosida Larasati, Kheiza Astrell Darmawan, Fahreza Reybima Daffa, Gabriella Monja Bestari, Muh. Rizky, Vania Zerlin Azaria, Chelsea Ardani Putri, Sulthon Isma Hanggoro Putra, Evan Iqro’ Hadyansyah, Saskya Physheta Villaryvantya Tasya Salsabilla, Surya Adetya, Rohmatul Fadhilah, Raden Roro Karenina Wijaya, Nabila Puspita Safa Febriana, Nalendra Reihan Ramadhan, Purwoaji Ilham Prambudi, Meilawati Wahyu Kumalasari, Zulfa Razita Syahzanani, Gilang Saputra Syahrul Ramadhan, Jihan Gustin Ardilla, dan Furi Aulia Hanum.
Keberhasilan akademik ini ditunjang oleh ragam fokus riset tugas akhir yang responsif terhadap isu pengelolaan sumber daya lahan dan pertanian berkelanjutan. Skripsi yang diangkat para lulusan mendalami berbagai topik vital di bidang ilmu tanah, mulai dari kesesuaian lahan untuk komoditas porang, pemanfaatan biochar dan bahan pembenah tanah (arang kayu, arang sabut kelapa, arang sludge tekstil, fly ash batubara, dan kalium humat) untuk perbaikan sifat kimia dan fisika tanah, evaluasi kesuburan tanah dan serapan hara pada berbagai jenis tanaman (padi, jagung manis, bawang merah, kedelai, kangkung, hingga kayu putih dan angsana), pemetaan digital (digital soil mapping) untuk erodibilitas dan kapasitas air tersedia, hingga pemetaan kedalaman dan stok karbon lahan gambut topogen. Penelitian-penelitian tersebut mengambil lokasi studi yang tersebar di berbagai daerah, seperti Bantul (Srandakan, Bugel, Samas, Banguntapan, Imogiri), Gunungkidul (Playen, Patuk, Nglipar, Ponjong), Klaten (Trucuk), Magelang (Sawangan, Salaman), Purworejo (Purwodadi), Banjarnegara (Dieng), hingga Gunung Gassan, Jepang. Departemen Tanah UGM berharap ilmu serta inovasi hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian dan pengelolaan sumber daya lahan yang berkelanjutan di Indonesia
Topik-topik riset serta capaian pembelajaran dari 28 calon wisudawan ini berakar kuat pada komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, riset mengenai evaluasi kesuburan tanah, aplikasi pupuk, serta pemanfaatan biochar dan bahan pembenah tanah berperan penting dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, studi mengenai stok karbon lahan gambut dan pemanfaatan biochar sebagai pembenah tanah mendukung upaya mitigasi emisi gas rumah kaca serta sekuestrasi karbon tanah. SDG 15: Ekosistem Daratan, pemetaan digital erodibilitas dan kapasitas air tanah, kajian kesesuaian lahan, serta karakterisasi tanah pada lahan longsor menjadi dasar dalam upaya konservasi tanah, pencegahan degradasi lahan, dan pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan.
Penulis: Rina Damayanti
Editor: Riska Ayu Purnamasari