Yogyakarta, 2026— Alfina Tuzaka Rahmaningtyas, mahasiswa Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), telah merampungkan kegiatan Magang Berdampak Program MBKM di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) D.I. Yogyakarta. Berlangsung dari 10 Februari hingga 30 Mei 2026 di bawah bimbingan Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P., IPU., ASEAN Eng (UGM) dan Irawati, S.TP., M.Sc. (BRMP DIY), kegiatan ini berfokus pada identifikasi hama dan penerapan teknik budidaya semangka ramah lingkungan untuk varietas Amarelo F1 dan Amara F1.
Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan kesuburan tanah yang memadukan bahan organik, pembenah tanah (asam humat dan dolomit), serta efisiensi pemupukan dan penggunaan mulsa plastik hitam perak. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yang memprioritaskan pestisida organik asap cair, perangkap cahaya (light trap), dan agen hayati Trichoderma, secara nyata mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis. Langkah ini menjaga keseimbangan agroekosistem sekaligus memastikan hasil panen semangka aman dan berkualitas.
Selain itu, program ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan lewat kolaborasi strategis antara UGM dan BRMP DIY dalam memfasilitasi penerapan ilmu akademik ke praktik lapangan modern, termasuk pemanfaatan irigasi sprinkler dan pengenalan teknologi drone pertanian. Upaya ini juga berkontribusi pada SDG 15: Ekosistem Daratan dengan menjaga kesehatan fisik, kimia, dan biologi tanah serta menekan kerusakan lingkungan darat. Melalui integrasi teknologi modern dan prinsip keberlanjutan ini, hasil magang diharapkan menjadi rujukan praktis bagi petani dalam mewujudkan pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan
.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari