Lampung Tengah, 2026 – Dalam upaya mendorong efisiensi agroindustri dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan, Muhammad Daffa Akbar Fahreza, Ahmad Wahyu Dewanta, Rifka Rasyid, dan Muhammad Haiman Royyan, mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), telah merampungkan program Magang Berdampak di PT Great Giant Pineapple (GGP), Lampung Tengah. Kegiatan magang yang dibimbing oleh Dosen Departemen Tanah Bapak Nasih Yuwono S.P., M.P., ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 ini berfokus pada pemahaman alur budidaya nanas secara terpadu serta penerapan teknologi pertanian presisi (precision agriculture).
Penerapan teknologi modern dalam kegiatan ini meliputi penggunaan Soil Moisture Sensor (SMS), Tracking Gun Irrigator (TGI), Water Level Sensor (WLS), hingga pemanfaatan armada drone (NDVI, DSM, spray, dan boat) untuk efisiensi irigasi, pemantauan kesehatan tanaman, dan pemetaan lahan. Di sisi riset media tanam, formulasi campuran kompos, vermikompos, dan browncoal dengan perekat molase (seperti perlakuan C.M dan A.M) terbukti mampu menghasilkan mutu pelet organik yang kokoh, stabil, serta kaya akan hara C-organik dan NPK. Inovasi ini menjadi solusi praktis dalam meningkatkan kesuburan tanah Ultisol di lahan kering sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Seluruh rangkaian kegiatan Magang Berdampak ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Pelaksanaan program ini secara langsung mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penerapan budidaya nanas yang efisien dan pemanfaatan pupuk pelet organik untuk menjaga produktivitas serta kesuburan tanah secara berkelanjutan. Penggunaan teknologi pertanian presisi seperti sensor IoT dan drone selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, di mana digitalisasi dan otomatisasi digunakan untuk modernisasi pengelolaan perkebunan skala besar. Riset ini juga berdampak pada SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan dengan cara meningkatkan kandungan C-organik tanah, mencegah degradasi lahan Ultisol, serta meminimalkan jejak karbon dari penggunaan pupuk anorganik berlebih. Terakhir, sinergi antara akademisi Universitas Gadjah Mada dan dunia industri PT Great Giant Pineapple mencerminkan komitmen kuat dalam mewujudkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari