Semarang, 2026 — Muhammad Anis Husein, mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan kegiatan Magang Berdampak di Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada kurun waktu 9 Februari hingga 29 Mei 2026 ini berfokus pada analisis kualitas tanah tanaman Gliricidia sepium (gamal) guna mendukung pengelolaan lahan hutan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, riset dan kegiatan lapangan ini didampingi langsung oleh Umi Farah Zumaini, S.Hut dari pihak Perhutani KPH Semarang serta Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari UGM.
Pengembangan tanaman gamal di Perhutani KPH Semarang ditujukan sebagai penyedia bahan baku biomassa wood pellet untuk mendukung program Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui kolaborasi sistem agroforestri bersama PT Rimba Partikel Indonesia (RPI). Selama kegiatan magang, Anis melakukan pengamatan komprehensif yang mencakup analisis sifat fisik, kimia, dan biologi tanah pada jenis tanah Margalit (Vertisol) di BKPH Jembolo Selatan dan BKPH Manggar. Selain itu, ia juga melakukan pemetaan digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), pemantauan erosi dan sedimentasi di wilayah DAS Jragung serta DAS Tuntang, hingga evaluasi keanekaragaman hayati vegetasi bawah dan pengawasan tebangan penjarangan.
Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tanah di area pertanaman gamal memiliki nilai pH berkisar antara 6–8 dengan kandungan bahan organik yang tergolong tinggi. Sebagai tanaman legum pengikat nitrogen, gamal terbukti efektif meningkatkan akumulasi bahan organik serta memperkuat stabilitas agregat tanah. Dari sisi konservasi tanah dan air, pengamatan petak erosi (SPL) di BKPH Kedungjati dan BKPH Jembolo Utara mencatat nilai erosi masing-masing hanya sebesar 2,202 dan 0,108, berada jauh di bawah batas maksimal toleransi erosi sebesar 22,28. Hal ini membuktikan bahwa penerapan agroforestri, konservasi vegetatif, dan olah lahan minimum sangat efektif dalam menahan limpasan permukaan, menjaga infiltrasi air, serta meminimalkan laju sedimentasi DAS. Kegiatan dan temuan dalam program magang ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. SDG 15: Ekosistem Daratan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari