Bandun, 2026 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Qifani Fauziah Putri Rahmadhani, di bawah bimbingan Ir. Suci Handayani M.P., dan Elia Laila Rizqiyah, S.P., M.Sc., telah berhasil menyelesaikan kegiatan Magang Berdampak di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selama periode magang dari tanggal 9 Februari hingga 29 Mei 2026, Qifani terlibat langsung dalam berbagai aspek praktis pengelolaan perkebunan teh, mulai dari teknik pembibitan setek daun, pemeliharaan tanaman, pemangkasan, pemetikan pucuk, hingga pengolahan teh hijau dan white tea. Selain mengikuti aktivitas operasional kebun, ia juga menjalankan mini riset mengenai respons aplikasi pupuk daun Booster Max terhadap pertumbuhan bibit teh serta mempelajari pengujian kesehatan tanah secara cepat dengan metode SEPANTAR.
Rangkaian kegiatan magang ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Pengelolaan hara berbasis analisis tanah/jaringan, penerapan Pertanian Presisi melalui teknologi Agriradar, serta pemanfaatan limbah pengolahan teh (tea waste) menjadi kompos mendukung prinsip produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDGs 12) sekaligus menjaga kesehatan ekosistem daratan (SDGs 15). Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan pemanfaatan pestisida nabati berpotensi menekan penggunaan bahan kimia sintetis guna mendukung aksi adaptasi iklim (SDGs 13). Selain itu, peningkatan efisiensi budidaya dan mutu komoditas teh turut mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif serta penyediaan lapangan kerja yang layak di subsektor perkebunan (SDGs 8). Sinergi strategis antara perguruan tinggi UGM dan lembaga riset PPTK Gambung ini sekaligus memperkuat kemitraan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs 17)
.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari