• Tentang UGM
  • Akademik UGM
  • Fakultas
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Webmail
  • English Web Version
Universitas Gadjah Mada Departemen Tanah
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
    • VISI, MISI, DAN TUJUAN
    • Filosofi Pembelajaran
    • Struktur Organisasi
    • ANGGOTA PROGRAM STUDI
      • DOSEN
      • Tenaga Kependidikan
    • FASILITAS
      • LABORATORIUM
    • Silabus
    • Asesmen
    • Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester
  • AKADEMIK
    • SARJANA
    • PASCASARJANA
  • PUBLIKASI & PENELITIAN
    • PUBLIKASI
    • RISET
  • UNIT PELAYANAN MAHASISWA
  • Beranda
  • berita
  • Dosen UGM Bekali Petani Luwu Pertanian Cerdas Iklim: Kunci Sukses Ketahanan Komoditas Kakao dan Padi

Dosen UGM Bekali Petani Luwu Pertanian Cerdas Iklim: Kunci Sukses Ketahanan Komoditas Kakao dan Padi

  • berita
  • 22 Juli 2026, 11.32
  • Oleh: sekdep-tanah.faperta
  • 0

Luwu, 22 Juli 2026 – Dalam rangka menggenjot kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perkebunan, PT LPP Agro Nusantara menggelar pelatihan tatap muka (in-class training) melalui Program Food System, Land Use, and Restoration (FOLUR) Output 5.2. Kegiatan yang merupakan inisiatif Global Environment Facility (GEF) bersama Kementerian Pertanian, FAO, dan UNDP ini dilaksanakan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada hari Rabu (22/7).

Pelatihan ini dirancang sangat spesifik untuk menjawab tantangan iklim pada dua komoditas andalan daerah, yakni Kakao dan Padi. Untuk memaksimalkan penyerapan materi, kegiatan dibagi ke dalam dua sesi intensif: kelas komoditas Kakao pada pagi hari (08.00–12.00 WITA) dan kelas komoditas Padi pada siang hari (13.00–17.15 WITA). Masing-masing kelas melibatkan 30 peserta yang memegang peran vital di lapangan, mulai dari penyuluh pertanian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), petani teladan, pengurus poktan/gapoktan, hingga perwakilan pemerintah desa.

Hadir sebagai narasumber pakar dalam forum ini adalah Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D., akademisi dari Lab Agroklimatologi, Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Mengusung topik “Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture)”, pemaparan beliau menyoroti urgensi transisi budidaya kakao dan padi dari metode konvensional menuju sistem yang lebih efisien energi dan berketahanan tinggi. Beliau menekankan tiga pilar utama keberhasilan CSA, yakni produktivitas yang berkelanjutan, penguatan ketahanan (adaptasi) terhadap cuaca ekstrem, serta pengurangan emisi gas rumah kaca (mitigasi).

Andi Syahid Muttaqin menjelaskan bahwa baik untuk hamparan sawah maupun kebun kakao, kesehatan tanah adalah fondasi utamanya. Melalui praktik Pertanian Regeneratif, beliau merekomendasikan penerapan pengolahan tanah minimum, rotasi dan penanaman tanaman penutup tanah, serta minimalisasi gangguan kimiawi yang merusak ekosistem mikrobia. “Tanah yang sehat mampu mengoptimalkan proses sekuestrasi karbon, yakni mengikat karbon dioksida dari atmosfer ke dalam tanah, yang berdampak langsung pada penurunan gas rumah kaca,” paparnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa penerapan pertanian regeneratif pada lahan kakao dan padi tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga sangat menguntungkan secara ekonomi. Berdasarkan riset yang dipaparkan, sistem ini terbukti mampu menekan biaya input pupuk hingga 57,1% dan pestisida hingga 55,8%, sekaligus mendongkrak pendapatan bersih petani hingga 89,9% dibandingkan sistem pertanian konvensional.

Sebagai langkah adaptasi taktis di lapangan, Andi Syahid Muttaqin juga melatih para peserta untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memantau cuaca. Para penyuluh dan petani diajak langsung untuk mengakses citra satelit awan dan potensi hujan, serta dikenalkan pada sistem peringatan dini bencana atmosfer. Kemampuan membaca cuaca satelit ini diharapkan menjadi “senjata” baru bagi petani di Luwu untuk menentukan waktu tanam, pemupukan, dan panen yang presisi.

Partisipasi dalam program FOLUR ini sangat relevan dan sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini secara langsung mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan komoditas padi dan kakao, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui strategi adaptasi cuaca dan mitigasi karbon, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui edukasi pengelolaan tanah secara regeneratif.

Penulis: Tim Media Departemen Tanah

Editor: Riska Ayu Purnamasari

Tags: FAKULTAS PERTANIAN UGM ILMU TANAH UGM SDG 13: PENANGANAN DAN PERUBAHAN IKLIM SDG 15: EKOSISTEM DARATAN SDG 2: TANPA KELAPARAN

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Departemen Tanah

Fakultas Pertanian

Jalan Flora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Phone/Fax +62-274-548814

Email: sekdep-tanah.faperta@ugm.ac.id

LINK PILIHAN

PENELITIAN UGM

PENGABDIAN UGM

DIKTI KEMDIKBUD

INFO JURNAL

AGRITECH ONLINE

SCIENCE DIRECT

SPRINGER LINK

PERPUSNAS

WILLEY ONLINE LIBRARY

SCOPUS

ELSEVIER

IKUTI KAMI

EMAIL

INSTAGRAM

PETA KAMPUS

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY