Kyoto, Juli 2026 – Angga Prasetya, S.P., M.Sc., dosen Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Jepang, aktif melaksanakan riset mendalam mengenai perkembangan tanah vulkanik muda. Penelitian terkininya yang bertajuk “Pedogenesis of Young Volcanic Soils Following the 1815 Mount Tambora Eruption: Formation of Nanocrystalline Minerals and Their Role in Soil Development” ini dilakukan sepanjang tahun 2026. Studi komprehensif ini diinisiasi untuk menguak bagaimana material induk vulkanik, faktor iklim, dan vegetasi mempengaruhi pembentukan mineral nanokristalin serta perkembangan sifat fisik dan kimia tanah di lingkungan vulkanik tropis.

Riset tingkat lanjut ini berfokus pada analisis proses pedogenesis (pembentukan tanah) pasca-erupsi dahsyat Gunung Tambora tahun 1815, dengan mengkaji mekanisme retensi nutrisi, stabilisasi karbon, dan pembentukan aluminosilikat nanokristalin seperti alofan dan imogolit. Seluruh rangkaian eksperimen dan analisis mutakhir ini berpusat di Laboratory of Soil Science, Graduate School of Agriculture, Kyoto University, Jepang, di bawah bimbingan langsung Assoc. Prof. Tetsuhiro Watanabe.
Dalam pelaksanaannya, riset ini mengintegrasikan berbagai instrumen analitis canggih dan teknik laboratorium tingkat tinggi. Angga memanfaatkan X-ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi komposisi mineralogi, serta Solid-State Nuclear Magnetic Resonance (NMR) Spectroscopy (²⁷Al dan ²⁹Si MAS NMR) guna mengkarakterisasi lingkungan kimia lokal aluminium dan silikon. Selain itu, digunakan pula Inductively Coupled Plasma–Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) untuk menentukan konsentrasi elemen utama (Al, Fe, Si), Pyrolysis Gas Chromatography–Mass Spectrometry (Py-GC/MS) untuk membedah transformasi bahan organik tanah, serta analisis pelarutan selektif untuk mengukur fraksi Al dan Fe aktif. Seluruh pendekatan ini dipadukan dengan analisis fisik-kimia standar seperti pH, kapasitas pertukaran kation (KPK), dan retensi fosfor untuk mengevaluasi perkembangan tanah secara utuh.
Melalui lompatan riset internasional ini, Departemen Tanah UGM terus membuktikan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan di level global demi mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan penelitian tingkat lanjut ini secara nyata selaras dengan pemenuhan target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dosen di institusi global, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman mendalam atas dinamika tanah vulkanik serta stabilisasi karbon untuk kelestarian lahan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi riset internasional yang kuat antara UGM dan Kyoto University.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari