Yogyakarta, 30 September 2025 – Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan Yudisium Program Studi Sarjana dan Magister Ilmu Tanah periode September 2025 pada Selasa (30/9).
Pada periode ini, yudisium diikuti oleh tiga mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian studi. Lulusan Program Sarjana Ilmu Tanah yaitu Beniqna Calista Dewi dan Azizah Winardhita Oktariansiwi, serta lulusan Program Magister Ilmu Tanah yaitu Intan Ayu Pertiwi Putri.
Departemen Tanah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah resmi menyelesaikan studi dan memperoleh gelar akademik. Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang komprehensif, kerja keras, serta dedikasi selama masa studi.
Ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam pengelolaan tanah dan sumber daya lahan yang berkelanjutan. Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap tantangan global seperti degradasi lahan, ketahanan pangan, dan perubahan iklim.
Kegiatan ini sejalan dengan berbagai tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena yudisium mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mengingat lulusan Ilmu Tanah memiliki peluang besar untuk berperan dalam dunia kerja, khususnya di sektor pertanian, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Lebih lanjut, kompetensi lulusan dalam memahami dinamika tanah dan lingkungan berkontribusi pada SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui dukungan terhadap upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Di sisi lain, peran ilmu tanah dalam menjaga kualitas lahan dan mencegah degradasi mendukung pencapaian SDG 15: Ekosistem Daratan, sekaligus berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan karena pengelolaan tanah yang baik menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Pengelolaan tanah yang berkelanjutan juga berkaitan erat dengan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui upaya menjaga kualitas dan ketersediaan air dengan pengendalian erosi serta pencemaran. Terakhir, keterkaitan antara lulusan, institusi, dan berbagai pemangku kepentingan mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Rina Damayanti
Editor: Imas Masithoh Devangsari