Yogyakarta, 4 Februari 2026 – Dosen dari Departemen Tanah Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.Sc. dan Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., memegang peran sentral dalam diskusi strategis bersama PT Sumitomo Indonesia dan Sumitomo Corporation Thailand pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Joglo Faperta UGM ini membahas penguatan kerja sama internasional, khususnya dalam aspek teknis pengelolaan sumber daya lahan.
Diskusi ini juga dihadiri oleh jajaran akademisi UGM, antara lain Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama), Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian), serta Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D., IPU. (Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan). Dari pihak Sumitomo Indonesia hadir Mattheus Sunaryo, sementara delegasi Sumitomo Thailand terdiri atas Primprima Tansanguan (Senior Executive), Meesak Tanvichian (Senior Manager, DX Leader), dan Vararose Lahachit (Department General Manager).
Topik utama diskusi adalah AWD (Alternate Wetting Drying) sebuah teknologi pengelolaan air pada lahan sawah yang terbukti mampu menurunkan emisi gas rumah kaca. Proyek ini telah dijalankan sejak 2025 melalui kolaborasi PT Sumitomo Indonesia, UGM, dan Pemerintah Kabupaten Kediri, dengan hasil yang positif.
Keterlibatan aktif Prof. Benito dan Dr. Firdausi dalam proyek ini menegaskan dedikasi Departemen Tanah UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi akademisi tanah dengan sektor industri global.
Melalui pertemuan ini, Departemen Tanah Faperta UGM membuktikan keunggulannya dalam menjembatani riset teknis tanah dengan kebijakan industri internasional demi pertanian yang lebih hijau.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari