Halmahera, 13 April 2026 – Tim tenaga ahli dari Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini tengah berada di garis depan dalam pelaksanaan Survei Investigasi dan Desain (SID) di wilayah Maluku Utara. Kegiatan ini merupakan bagian vital dari program Ekstensifikasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 guna memastikan lahan seluas kurang lebih 7.000 hektar layak untuk ditanami.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data akurat mengenai kesuburan tanah, drainase, dan ketersediaan sumber air yang akan menjadi dasar desain jaringan irigasi.
“Data yang kami ambil di lapangan ini menjadi kunci agar desain sawah yang dilakukan optimal ” ujar koordinator lapangan dari UGM yakni Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc.
Kegiatan survei langsung di lokasi ini mencerminkan komitmen terhadap poin-poin pembangunan global:
SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Memastikan lahan yang dicetak benar-benar produktif (bukan lahan marjinal) sehingga berkontribusi langsung pada ketersediaan pangan di Maluku Utara.
SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Investigasi sumber air dilakukan agar penggunaan air untuk irigasi tidak mengganggu kebutuhan air bersih bagi warga sekitar.
SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui desain yang berbasis data (SID), penggunaan input pertanian di masa depan dapat dilakukan secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Melakukan pengecekan jenis tanah (seperti keberadaan lahan gambut atau sulfat masam) untuk mencegah pelepasan emisi karbon akibat pembukaan lahan yang salah.
SDG 15 (Ekosistem Daratan): Memastikan ekstensifikasi lahan tidak mengokupasi kawasan hutan lindung atau wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi..
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari