Seoul, 24 April 2026 — Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc., Dosen Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan akademisi di Yonsei University, Korea Selatan. Kuliah ini mengangkat topik krusial mengenai inventarisasi dan asesmen ekosistem mangrove di wilayah Papua Barat Daya.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Inventory and Assessment of Mangrove Ecosystem in Mangrove Landscape Unit (MLU) at Southwest Papua Province”, Prof. Junun menekankan pentingnya pemetaan akurat dan evaluasi kondisi kesehatan hutan mangrove sebagai benteng pesisir. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan lintas negara serta memperkuat pemahaman global mengenai kekayaan biodiversitas dan tantangan lingkungan yang dihadapi wilayah timur Indonesia.
Acara yang berlangsung di salah satu ruang kelas modern Yonsei University ini dihadiri oleh mahasiswa yang antusias menyimak materi melalui presentasi interaktif. Diskusi ini tidak hanya membahas aspek teknis geografis, tetapi juga menyentuh kebijakan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
Keterlibatan aktif akademisi UGM di kancah internasional ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat studi lingkungan tropis global. Kegiatan ini juga secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memfasilitasi pertukaran ilmu pengetahuan tingkat tinggi dan memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui pakar internasional.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Membahas peran vital mangrove sebagai penyerap karbon (carbon sink) dan pelindung garis pantai dari dampak perubahan iklim.
- SDG 14 (Ekosistem Lautan): Menekankan pada perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem laut dan pesisir, khususnya hutan mangrove.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat kolaborasi akademik internasional antara universitas di Indonesia (UGM) dan Korea Selatan (Yonsei University).
Melalui kuliah umum ini, diharapkan tercipta sinergi riset yang lebih mendalam antara kedua institusi demi kelestarian ekosistem pesisir yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari