Roadmap Penelitian Departemen Tanah “Smart Bio Eco Soil Management”
Visi Departemen Tanah yaitu menjadi penyelenggara program studi S1 dan S2 yang unggul berkelas dunia yang mampu menghasilkan sumberdaya manusia berkualitas yang mampu menerapkan pengelolaan tanah berwawasan lingkungan yang lestari, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis penelitian yang berorientasi pada kepentingan bangsa yang berasaskan Pancasila.
Pencapaian Smart Bio Eco Soil Management akan dicapai dalam 3 tahapan waktu dan dilakukan melalui tiga pendekatan:
- Pendekatan Geospasial
- Pendekatan Nature Based Solution
- Pendekatan Digitalisasi dan Presisi
Tahap 1 (2025–2028)
Pendekatan Geospasial:
- Pengembangan model Digital Soil Mapping (DSM) dan Machine Learning untuk identifikasi sequestrasi karbon, variabilitas hara dan evaluasi lahan pada tanah mineral dan gambut
Pendekatan Nature Based Solution (NBS) :
- Pemanfaatan biomassa lokal, pengembangan biochar dan pupuk organik berbasis NBS untuk meningkatkan retensi karbon tanah dan perbaikan tanah bermasalah
- Smart Slow-Release Fertilizers (SRF) yang adaptif dan spesifik lokasi dan pengembangan sensor portabel untuk selidik cepat hara di lapangan.
Pendekatan Digitalisasi & Presisi:
- Pengembangan sensor portabel untuk verifikasi cepat kandungan karbon, keharaan, dan kadar air di lapangan sebagai data awal sistemMonitoring, Reporting, and Verification ( MRV)
Tahap 2: (2029–2032)
Pendekatan Geospasial:
- Pembangunan Wireless Sensor Networks (WSN) yang terintegrasi dengan GIS untuk memantau dinamika karbon, keharaan tanah dan degradasi lahan secara otomatis berdasarkan data time-series.
Pendekatan Nature Based Solution :
- Pengembangan indeks kesehatan tanah digital yang mengintegrasikan data sensor lingkungan (pH, suhu, emisi GRK) dengan profil mikrobioma berbasis koordinat GPS
- Penggunaan konsorsium mikroba yang untuk mempercepat fiksasi karbon di tanah, yang lokasinya ditentukan secara presisi
Pendekatan Digitalisasi & Presisi:
- Prototipe Variable Rate Application (VRA) menggunakan navigasi geospasial untuk aplikasi pupuk pintar (nanoteknologi)
- Implementasi sistem pemantauan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) otonom dan pemantauan pemulihan lahan bermasalah berbasis cloud
Tahap 3: (2033–2037)
Pendekatan Geospasial:
- Pengembangan Digital Twin Tanah untuk mensimulasikan dampak perubahan iklim terhadap sequestrasi karbon dan fungsi tanah dalam jangka panjang sebagai dasar perencanaan tata ruang dan pengembangan pertanian.
Pendekatan Nature Based Solution :
- Penerapan sistem Cognitive Sensing berbasis AI untuk mendeteksi sinyal cekaman tanah dan menginstruksikan tindakan regeneratif secara otomatis
- Rekayasa Bio-Responsive Precision Fertilization—pupuk yang dilepaskan berdasarkan sinyal eksudat akar
Pendekatan Digitalisasi & Presisi:
- Autonomous Sensing untuk aplikasi bahan pembenah tanah bio-responsif dan restorasi lanskap yang dipandu navigasi geospasial guna memastikan efisiensi penyerapan karbon dan pengelolaan tanah berkelanjutan