Yogyakarta, 4 juli 2026 — Pakar sekaligus dosen Ilmu Tanah, Eko Hanudin, hadir sebagai salah satu pembicara dalam gelaran 11th International Tropical Farming Summer School (ITFSS) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam pemaparannya, Dr. Eko mengangkat topik krusial mengenai “Sustainable Agriculture at an Active Volcano” dengan berfokus pada bentang alam Gunung Merapi, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia.
Di hadapan para peserta, ia memaparkan keunikan karakteristik geofisik lereng Merapi yang mencakup empat wilayah rentan: Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Melalui pendekatan agrogeology, Dr. Eko menjelaskan filosofi “disaster brings blessings” atau bencana membawa berkah. Meskipun erupsi Merapi dapat menimbulkan kerusakan jangka pendek, material piroklastik dan abu vulkanik segar yang dikeluarkan secara alami justru menjadi motor rejuvenasi (peremajaan) tanah. Proses ini memperkaya tanah dengan makronutrien seperti Ca, Mg, K, dan S, mikronutrien seperti Zn, Fe, Cu, dan Mn, serta nutrisi bermanfaat lainnya seperti Si dan Na, yang mengubah material mentah tersebut menjadi media subur bagi pertumbuhan tanaman.