Bogor, 2026 – Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan dan mitigasi perubahan iklim di Papua, Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Nefa Putri Adhani, merilis hasil kajian optimasi musim tanam jagung (Zea mays L.) di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Kajian ini hadir sebagai jawaban atas tantangan ketidakpastian cuaca yang sering kali merugikan petani lokal.
Berdasarkan analisis data agroklimat selama satu dekade (2016–2025) dengan mengacu pada standar SNI 9292:2024, Distrik Sentani masuk dalam klasifikasi tipe iklim Oldeman D1. Wilayah ini secara umum memiliki ketersediaan air yang cukup sepanjang tahun. Namun, analisis statistik menunjukkan korelasi negatif lemah antara curah hujan dan evapotranspirasi acuan (ETo). Hal ini membuktikan bahwa melimpahnya air hujan tidak secara otomatis menjamin kecukupan pasokan air irigasi tanaman tanpa adanya tata kelola yang terukur.