Soil Anniversary 2025 was once again held as an annual agenda of the extended family of the Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada (UGM). This event served as a moment of togetherness as well as a reflection on the long journey of the Soil Science Study Program in advancing education, research, and community service. The main event, held on 29 November 2025, was attended by students, alumni, and members of the academic community and took place in a warm and enthusiastic atmosphere.
Soil Anniversary 2025 kembali digelar sebagai agenda tahunan keluarga besar Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus refleksi atas perjalanan panjang Program Studi Ilmu Tanah dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Acara puncak yang dilaksanakan pada 29 November 2025 diikuti oleh mahasiswa, alumni, serta sivitas akademika dan berlangsung dalam suasana yang hangat serta penuh antusiasme.
On Tuesday, 25 November 2025 at 09.00 a.m. WIB, the Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada held a public lecture themed “From Knowledge to Business.” The event featured Brian Rhodes Thorrington, Honorary Consul of the Republic of Indonesia in Auckland, New Zealand, as the keynote speaker. The lecture took place at the MMA Auditorium, Faculty of Agriculture UGM, and was attended by Soil Science students from undergraduate (S1), master’s (S2), and doctoral (S3) programs.
Pada Selasa, 25 November 2025 pukul 09.00 WIB, Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “From Knowledge to Business”. Kegiatan ini menghadirkan Brian Rhodes Thorrington, Honorary Consul of the Republic of Indonesia in Auckland, New Zealand, sebagai pembicara. Acara dilaksanakan di Auditorium MMA Fakultas Pertanian UGM dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah dari jenjang sarjana (S1), master (S2), dan juga doktor (S3).
Materi kuliah umum tersebut menekankan bagaimana pengetahuan dan teknologi dapat diimplementasikan menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata sekaligus bernilai ekonomi. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pemanfaatan forage chicory sebagai pakan ternak yang diperkaya selenium. Pendekatan ini memungkinkan kandungan selenium pada tanaman terserap oleh ternak dan selanjutnya masuk ke dalam rantai pangan manusia melalui konsumsi daging atau produk hewani lain. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas nutrisi pakan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen akhir.
On 27 April 2025, the Hardjono Danoesastro Auditorium at the Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada (UGM), served as the venue for a highly anticipated Family Gathering organized by KMIT UGM under the leadership of the Aruna Adhibrata Cabinet. This work program was part of the Student Resource Development (PSDM) division and aimed to strengthen relationships among students, educational staff, and lecturers of the Department of Soil Science, UGM.
The Family Gathering was designed as a syawalan event, a traditional celebration marking the conclusion of the Idul Fitri festivities. The event provided an opportunity for active Soil Science students from various cohorts to come together, share experiences, and build a sense of togetherness. The program featured a series of engaging activities, including communal meals, game sessions, and a mutual forgiveness ceremony. These activities were intended to enhance collaboration between students and faculty, creating a supportive environment that encourages both academic and personal growth. By bringing together individuals from diverse backgrounds, the Family Gathering sought to promote mutual understanding and cooperation, which are essential elements of development at both local and global levels.
Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada (KMIT UGM) menyelenggarakan kegiatan Family Gathering pada 27 April 2025 bertempat di Auditorium Hardjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah kepemimpinan Kabinet Aruna Adhibrata sebagai bagian dari program kerja Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) yang bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen di Departemen Ilmu Tanah UGM.
Family Gathering dirancang sebagai kegiatan syawalan dalam rangka merayakan Idul Fitri 1446 H. Acara ini menjadi wadah silaturahmi bagi mahasiswa aktif lintas angkatan Ilmu Tanah untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, serta memperkuat rasa kekeluargaan. Berbagai kegiatan turut mewarnai acara, antara lain makan bersama, permainan kebersamaan, serta sesi saling bermaafan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
On April 25, 2025, the Faculty of Agriculture of Universitas Gadjah Mada (UGM) held an important workshop aimed at enhancing the skills of media teams at both faculty and departmental levels. The event took place at Co-Working Space 1, AGLC 6th Floor, Faculty of Agriculture UGM. This workshop was part of the faculty’s commitment to supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in developing countries, by strengthening communication strategies and information dissemination.
The workshop featured two main sessions. The first session was delivered by Ishadiyanto Salim, S.Pd., M.Pd., a lecturer in agricultural extension and communication. He provided training on OBS (Open Broadcaster Software), a tool used for live streaming and video recording. This session was highly relevant for developing countries, where access to technology can significantly expand the reach of education and information dissemination.
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Media pada 25 April 2025 sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan tim media di tingkat fakultas hingga departemen. Kegiatan ini dilaksanakan di Co-Working Space 1, AGLC Lantai 6, Fakultas Pertanian UGM, dan menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat strategi komunikasi serta penyebaran informasi yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Workshop ini menghadirkan dua sesi utama yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis dan penulisan. Sesi pertama disampaikan oleh Ishadiyanto Salim, S.Pd., M.Pd., dosen penyuluhan dan komunikasi pertanian, yang membahas pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) sebagai media siaran langsung dan perekaman video. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tim media dalam memproduksi konten audiovisual yang informatif dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Dalam sebuah tampilan luar biasa dari semangat komunitas dan solidaritas, KMIT UGM, di bawah kepemimpinan Kabinet Aruna Adhibrata untuk periode 2024/2025, meluncurkan inisiatif sosial yang berjudul “KMIT Berbagi.” Program ini, yang diselenggarakan oleh Bidang Sosial Masyarakat, bertujuan untuk berbagi kepada teman-teman yang membutuhkan, khususnya di sekitar Jalan Monjali dan Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa.
Program KMIT Berbagi terdiri dari beberapa kegiatan, termasuk pengumpulan donasi, pembagian santapan buka puasa di jalanan, dan berbuka puasa bersama di Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan kesetaraan sosial dan mengurangi kemiskinan di negara berkembang.
In a remarkable display of community spirit and solidarity, KMIT UGM, under the leadership of the Aruna Adhibrata Cabinet for the 2024/2025 period, launched a social initiative entitled “KMIT Berbagi.” Organized by the Social and Community Affairs Division, this program aimed to share with those in need, particularly individuals living around Jalan Monjali and at Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa.
The KMIT Berbagi program consisted of several activities, including donation collection, distribution of iftar meals on the streets, and a communal iftar event at Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa. This initiative aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in promoting social equity and reducing poverty in developing countries.