Program Studi Magister Ilmu Tanah secara berkala melaksanakan survei kepuasan terhadap stakeholder internal dan eksternal sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu dan evaluasi layanan program studi. Survei dilaksanakan menggunakan instrumen yang telah ditetapkan dan mencakup kelompok stakeholder utama, yaitu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, mitra kerja sama, lulusan, dan pengguna lulusan.
Berdasarkan hasil survei dalam tiga tahun terakhir (TS-2, TS-1, dan TS), tingkat keterwakilan responden pada seluruh kelompok stakeholder mencapai 100%, sehingga hasil survei dinilai representatif dalam menggambarkan tingkat kepuasan terhadap layanan program studi.
Secara umum, hasil survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan stakeholder terhadap layanan Program Studi Magister Ilmu Tanah berada pada kategori Sangat Baik. Pada kelompok mahasiswa, sebanyak 97,90% responden menyatakan sangat baik, 1,70% baik, dan 0,40% cukup. Pada kelompok dosen, 90,48% responden menyatakan sangat baik dan 9,52% menyatakan baik. Sementara itu, pada kelompok tenaga kependidikan, 91,67% responden menyatakan sangat baik dan 8,33% menyatakan baik.
Pada stakeholder eksternal, tingkat kepuasan juga menunjukkan hasil yang Sangat Baik. Pada kelompok mitra kerja sama, 91,89% responden menyatakan sangat baik dan 8,11% menyatakan baik terhadap kualitas kerja sama yang dijalin dengan program studi. Pada kelompok lulusan, 90,63% responden menyatakan sangat baik dan 9,38% menyatakan baik terhadap layanan dan pengalaman akademik yang diperoleh selama studi. Sementara itu, pada kelompok pengguna lulusan, 90,24% responden menyatakan sangat baik dan 9,76% menyatakan baik terhadap kompetensi lulusan yang dihasilkan.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa tidak terdapat responden yang memberikan penilaian kurang, yang mengindikasikan bahwa layanan akademik dan non-akademik yang diselenggarakan oleh program studi telah memenuhi harapan para stakeholder.
Hasil survei kepuasan ini dimanfaatkan oleh program studi sebagai bagian dari mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Tindak lanjut hasil survei yang dilakukan antara lain penyesuaian beban dan metode penugasan dalam pembelajaran, peningkatan akses informasi kegiatan program studi, perbaikan fasilitas pendukung, penguatan intensitas komunikasi dengan mitra, peningkatan akses informasi peluang kerja bagi lulusan, serta penguatan kemampuan bahasa asing bagi mahasiswa dan lulusan. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas layanan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan pengguna.