Dalam sebuah tampilan luar biasa dari semangat komunitas dan solidaritas, KMIT UGM, di bawah kepemimpinan Kabinet Aruna Adhibrata untuk periode 2024/2025, meluncurkan inisiatif sosial yang berjudul “KMIT Berbagi.” Program ini, yang diselenggarakan oleh Bidang Sosial Masyarakat, bertujuan untuk berbagi kepada teman-teman yang membutuhkan, khususnya di sekitar Jalan Monjali dan Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa.
Program KMIT Berbagi terdiri dari beberapa kegiatan, termasuk pengumpulan donasi, pembagian santapan buka puasa di jalanan, dan berbuka puasa bersama di Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan kesetaraan sosial dan mengurangi kemiskinan di negara berkembang.
Pada tanggal 21 Maret 2025, menjelang waktu berbuka puasa, Bidang Sosmas berangkat untuk membagikan santapan berbuka puasa kepada tunawisma, pekerja, dan mereka yang membutuhkan. Soilers, sebutan bagi mahasiswa dan alumni Program Studi Ilmu Tanah, berkumpul di berbagai titik sepanjang Jalan Monjali dengan membawa kotak-kotak berisi makanan yang disiapkan secara khusus. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur, ketika para Soilers berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat. Melalui kegiatan tersebut, Soilers tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga menyampaikan senyuman serta kata-kata penyemangat sebagai wujud kepedulian dan semangat kebersamaan.
Hari berikutnya, 22 Maret, fokus beralih ke Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa, di mana KMIT mengorganisir acara khusus untuk anak-anak dan keluarga yang tinggal di sana. KMIT membawa sembako, termasuk beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya, untuk memastikan bahwa keluarga yang ada memiliki cukup persediaan untuk beberapa minggu ke depan. Tindakan kebaikan ini merupakan bukti komitmen KMIT untuk mendukung komunitas yang rentan.
Selain distribusi sembako, KMIT juga mengadakan acara berbuka puasa bersama di Griya Yatim & Dhuafa Tamansiswa. Anak-anak dan pengasuh mereka diundang untuk bergabung dalam berbuka puasa bersama, membangun rasa kebersamaan dan kepemilikan. Acara ini bukan hanya tentang berbagi makanan; tetapi juga merupakan kesempatan untuk menciptakan kenangan yang abadi dan memperkuat ikatan di antara peserta.
Untuk menambah elemen keceriaan dan hiburan, KMIT mengadakan permainan dan aktivitas untuk anak-anak. Tawa memenuhi udara saat anak-anak berpartisipasi dalam berbagai permainan seru, menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Hadiah diberikan kepada para pemenang, memastikan bahwa semua orang pulang dengan senyuman dan rasa pencapaian.
KMIT Berbagi lebih dari sekadar inisiatif amal; ini mencerminkan semangat kasih sayang dan solidaritas yang sangat penting untuk membangun komunitas yang tangguh. Dengan terlibat dalam kegiatan semacam ini, KMIT UGM tidak hanya memenuhi kebutuhan mendesak tetapi juga berkontribusi pada tujuan jangka panjang pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Keberhasilan program ini menyoroti pentingnya keterlibatan komunitas dalam mengatasi masalah sosial. Ini menjadi pengingat bahwa upaya kolektif dapat memberikan dampak yang signifikan, terutama di negara berkembang di mana sumber daya sering kali terbatas. Inisiatif KMIT mendorong organisasi dan individu lain untuk mengambil tindakan serupa, membangun budaya memberi dan mendukung.
Sebagai kesimpulan, KMIT Berbagi adalah contoh cemerlang tentang bagaimana organisasi mahasiswa dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan komunitas mereka. Dengan fokus pada kebutuhan kaum rentan, KMIT UGM membuat kemajuan menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, membuktikan bahwa bersama-sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua. Program kerja ini juga mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dibuat oleh Alvian Tegar Wiranda
Editor: Imas Masithoh Devangsari