Medan, 2026 — Mahasiswa Departemen Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Sandi Amartha, telah menyelesaikan kegiatan magang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Sumatera Utara. Kegiatan magang berdampak ini dilaksanakan di Kelompok Peneliti (Kelti) Tanah dan Agronomi sejak 2 Februari hingga 29 Mei 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam serangkaian riset dan pengelolaan kebun, mulai dari pemantauan pertumbuhan bibit dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), pengawasan efektivitas pemupukan, hingga penerapan Early Warning System (EWS) untuk pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT).
Dalam rangka memperkuat praktik konservasi tanah dan air di perkebunan kelapa sawit, dilaksanakan kegiatan Capstone Project berupa pembuatan dan pengamatan petak erosi di Kebun Aek Pancur. Pengamatan dilakukan pada tiga kondisi lahan yang berbeda: lahan sawit dengan tanaman penutup tanah, lahan sawit tanpa tanaman penutup tanah, serta lahan terbuka tanpa vegetasi (kontrol). Melalui pengukuran parameter volume air limpasan permukaan dan berat kering sedimen tererosi, riset ini memberikan gambaran langsung mengenai dinamika erosivitas serta efektivitas tutupan lahan di lapangan. Hasil evaluasi ini penting sebagai landasan teknis dalam menjaga integritas struktur fisik tanah dan mencegah erosi nutrisi akibat aliran permukaan.
Upaya riset dan pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan yang dijalankan dalam kegiatan ini berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa poin SDGs. Pengelolaan kesuburan tanah dan pemupukan berbasis prinsip 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat) serta pengendalian hama terpadu mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan berbasis komoditas strategis. Riset konservasi tanah melalui uji petak erosi dan penggunaan tanaman penutup lahan berperan aktif dalam SDG 15: Ekosistem Daratan dengan meminimalkan degradasi lahan, mencegah kehilangan lapisan tanah atas (topsoil), serta memelihara kesehatan ekosistem tanah. Selain itu, pelaksanaan program MBKM ini mencerminkan komitmen terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pengalaman belajar berbasis praktik bagi mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan perguruan tinggi dan lembaga penelitian riset perkebunan.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Imas Masithoh Devangsari