Boyolali, 12 Juli 2026 – Dalam upaya memperdalam pemahaman mengenai watak dan sifat tanah tropis yang unik, Dosen dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah UGM melakukan pengamatan profil tanah langsung di lahan sawah organik yang dikelola oleh Asosiasi Petani Organik Boyolali (APPOLI). Pengamatan lapangan ini difokuskan pada jenis tanah Vertisol, yang memiliki karakteristik khas berupa kandungan lempung tipe 2:1 montmorillonit yang sangat tinggi. Karakteristik ini membuat tanah Vertisol memiliki sifat kembang-kerut yang ekstrem, di mana tanah akan mengembang dan menjadi sangat lengket saat basah, namun akan menyusut hingga membentuk retakan-retakan lebar dan dalam ketika musim kemarau tiba.
Melalui pembuatan penampang profil tanah sedalam 1,5 meter, dipandu oleh Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P. dan Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.Sc. tim dosen dan mahasiswa berhasil mengidentifikasi struktur berupa slickenside (sisi kilap) pada horizon bawah permukaan (subsurface). Fenomena slickenside ini terbentuk akibat adanya gesekan antara massa tanah yang sangat kuat saat tanah mengalami proses mengembang dan mengkerut secara periodik selama bertahun-tahun. Kilapan permukaan tanah yang miring akibat tekanan internal ini menjadi indikator penting bahwa tanah tersebut memiliki daya dukung mekanik yang rendah dan sangat dinamis. Di lahan organik APPOLI, pengelolaan tanah Vertisol ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petani, sehingga pengamatan profil ini sangat krusial untuk menentukan strategi pengolahan tanah minimum (minimum tillage) serta pengelolaan air yang tepat agar struktur tanah tidak cepat rusak dan pemadatan dapat dihindari.
Kegiatan akademis dan praktis dalam pengamatan profil tanah Vertisol di lahan APPOLI ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs). Pengamatan ini mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan data karakteristik tanah yang akurat, sehingga petani dapat mengoptimalkan manajemen nutrisi organik demi menjaga produktivitas pangan yang berkelanjutan di atas tanah agroekologi yang menantang. Selain itu, pemahaman mendalam mengenai struktur slickenside dan sifat kembang-kerut tanah ini selaras dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong penerapan metode konservasi air dan mitigasi erosi yang efisien guna mencegah degradasi lahan. Penggunaan lahan secara organik yang dipraktikkan oleh APPOLI juga menunjang SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan sekuestrasi karbon di dalam tanah Vertisol yang kaya lempung, serta memperkuat SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan menjaga kesehatan keanekaragaman hayati mikroba tanah melalui pengolahan lahan yang bijaksana dan bebas dari bahan kimia sintetis yang merusak.
Penulis: Riska Ayu Purnamasari
Editor: Margi Asih Maimunah