Yogyakarta, 2 Februari 2025 – Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., dosen Departemen Tanah Fakultas Pertanian UGM, menjadi narasumber dalam webinar Perspective Forum yang diadakan oleh Center for Strategic Development Studies (CSDS). Dalam diskusi ini, ia menekankan pentingnya melibatkan petani dan pangan lokal dalam program makan bergizi gratis, terutama mengingat luasnya lahan marginal di Indonesia.
Lahan marginal di Indonesia memiliki produktivitas rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah secara kimia, fisik, dan biologi. Data menunjukkan bahwa lahan basah, seperti gambut, lahan sulfat masam, dan rawa pasang surut, mencakup 24 juta hektar, sementara lahan kering, seperti Ultisol dan Oxisol, masing-masing mencapai 47,5 juta hektar dan 18 juta hektar.
Menurut Dr. Riska, lahan marginal dapat dioptimalkan melalui pendekatan ekosistem dengan perbaikan kesuburan tanah serta pemilihan tanaman yang sesuai. Beberapa tanaman seperti jagung, ubi kayu, dan kedelai terbukti dapat dibudidayakan di lahan marginal. Upaya pemanfaatan lahan marginal dan pangan lokal ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dapat tercapai melalui diversifikasi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi.
Penulis: Tim Media Ilmu Tanah